Gula Penyebab Diabetes Tak Hanya Dari Makanan Manis
Arifin
Konsumsi gula berlebihan yang menyebabkan penyakit diabetes tidak hanya didapat dari makanan atau minuman manis tapi juga dari gula tambahan seperti makanan berbahan tepung-tepungan.
Perlu diingat, selain makanan, minuman manis, sumber gula yang lain bisa hadir dari karbohidrat yang kita konsumsi. Apakah itu dari nasi, dari kentang, dari tepung-tepungan, yang kesemuanya menghasilkan karbohidrat.

Pola hidup yang kerap mengombinasikan nasi sebagai karbohidrat utama dengan sumber karbohidrat lainnya dari tepung-tepungan bisa meningkatkan risiko diabetes melitus lebih tinggi, seperti dari bakso, bihun, ditambah dengan minuman kemasan dengan kadar gula di atas 20 gram.
Bila pola hidup seperti itu terus berulang, sel beta pankreas akan kewalahan untuk menghasilkan insulinnya terus-menerus dalam jumlah besar yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Pankreas juga akan bekerja lebih berat untuk mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh untuk diubah menjadi energi ataupun disimpan di dalam otot.
Resistensi insulin akan berefek pada kerja hati dan otot, di mana otot dan hati salah satu organ yang memang bekerja maksimal untuk mengolah glukosa yang ada di dalam darah masuk ke dalam otot untuk jadi cadangan energi sehingga tidak berlebihan di dalam darah
Lama-lama insulinnya jadi tidak maksimal kerjanya atau sel beta pankreasnya jadi lelah untuk terus-terusan mengeluarkan insulin. Itulah yang akan menjadi cikal bakal penyakit diabetes melitus. Jadi, salah satunya memang harus meminimalisasi, bukannya kita tidak boleh mengonsumsi gula tapi dalam jumlah terbatas.
Saran dari organisasi kesehatan dunia (WHO), dalam satu hari orang dewasa boleh mengonsumsi gula tambahan baik dari makanan atau minuman sekitar 50 gram atau 4 sendok makan.
Selain menjaga asupan gula dan karbohidrat, perlu meningkatkan asupan protein, lemak, buah dan sayur untuk sumber serat yang akan mengontrol gula darah agar lebih baik dan sumber antioksidan untuk menghilangkan racun dari makanan yang dikonsumsi.
Ada pun untuk seseorang yang telah terkena diabetes bisa meningkatkan pola aktivitas dengan olahraga rutin 30-45 menit setiap hari seperti aerobik, joging, jalan cepat atau berenang.
Sumber: Antara