Menambang Kenangan 90-An Di Film “Jumbo”

April 15, 2025
fakta menarik

Arifin

Benar kiranya apa yang digaungkan pada film Jumbo yakni ‘untuk semua’ serta untuk ‘anak-anak dalam diri kita’. Bagi mereka yang generasi 90-an menonton film Jumbo seperti menambang sejumlah kenangan.

Cerita dalam buku dongengnya tentang Pulau Gelembung, Kesatria Gelembung, serta gelembung-gelembung yang dihadirkan arwah cilik Meri – tidakkah itu mengingatkan akan kenangan bermain balon tiup? Adakah Anda tertarik untuk memainkan lagi balon tiup penuh kenangan tersebut?

Film Jumbo juga menghadirkan betapa serunya sejumlah momen bagi anak 90-an yakni lapangan luas yang menjadi tempat lari-larian, menandai kalender buat menunggu hari spesial, mendengarkan radio sambil nungguin lagu favorit, hingga ikut lomba panjat pinang yang penuh tantangan.

Adegan awal di mana Don menjadi pemain cadangan yang kemudian bermain, Atta yang memukul dengan begitu kerasnya hingga bola terbawa sampai jauh, serta keseruan mencoba mengejar bola kasti. Fragmen tersebut membangkitkan kenangan masa kecil bagi para generasi 90-an.

Lalu, terdapat fakta menarik di balik karakter Nurman dalam film animasi Jumbo. Sutradara Ryan Adriandhy mengungkapkan bahwa Nurman merupakan bentuk penghormatan untuk mengenang almarhum Verrys Yamarno, pemeran Mahar dalam film Laskar Pelangi.

Mahar dalam film Laskar Pelangi memiliki momen ikonik mendengarkan radio sambil nungguin lagu favorit. Bagi generasi 90-an radio merupakan teman seiring. Dari radio bisa mendapatkan informasi, serta menunggu lagu favorit yang sebenarnya praktis berdurasi beberapa menit saja. Namun, momen menunggunya, serta perasaan gembira ketika lagu favorit melantun, merupakan sesuatu yang berharga dan kini membuat kangen.

Detail dari film Jumbo juga memperlihatkan terdapat telepon umum sebagai latar. Menyiapkan koin, waktu bicara yang terbatas, antre menunggu untuk menelepon – merupakan sekelumit kenangan dari telepon umum.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd