Mengupayakan Keteraturan Pada Anak
Arifin
Keteraturan dapat menjadi panduan dalam pendidikan anak. Terapkan struktur, di mana ada pola yang berulang, jelas, konsisten, dan dapat diprediksi. Contohnya, anak mengetahui jam makan siang yakni pada pukul 12 siang. Contoh lainnya, anak mengetahui bila telah selesai main, maka harus dibereskan. Contoh sederhana lainnya yakni jika ibu bilang 5 menit lagi, maka benar-benar 5 menit tersebut diterapkan.
Keteraturan terkait dengan struktur, di mana ada waktunya, ada aturannya, ada batasan-batasannya. Dengan keteraturan yang dibiasakan anak harapannya akan memiliki adab, tanggung jawab, serta kegigihan.

Keteraturan tidak tumbuh dalam semalam, melainkan diupayakan tiap kali, dalam keseharian. Dalam contoh merapikan mainan, anak dilibatkan, serta berkontribusi bagi rapinya ruangan.
Keteraturan serta kegigihan juga dapat saling terkait, karena kebiasaan dapat timbul tenggelam. Anak pun dapat gagal melaksanakan apa yang biasanya teratur dikerjakan karena beberapa hal. Namun, anak akan berusaha untuk bertekun kembali pada kebiasaan baik yang dipupuk tersebut.
Dari berbagai keteraturan, kebiasaan baik yang diupayakan, simaklah mana rutinitas yang masih sulit dikerjakan anak. Coba strategi lain bisa menjadi opsi agar rutinitas tersebut dapat lebih lancar.
Keteraturan yang dibiasakan pada anak juga bisa memberikan akses pada anak untuk mengelola waktu. Ananda tahu kapan saja waktu untuk mengerjakan sesuatu.
Berikan pula pemahaman di balik keteraturan tersebut. Misalnya mengapa tidur anak tak boleh terlampau larut. Hal tersebut di antaranya terkait kebutuhan tubuh untuk istirahat, serta hormon pertumbuhan yang optimal di jam tertentu. Dengan memberikan pemahaman, alasan, maka keteraturan tersebut dapat lebih meresap, seperti dipahami anak bahwa ujung-ujungnya itu berguna untuk dirinya.
Keteraturan juga dapat menjadi nilai keluarga. Sehingga saling mengingatkan dapat menjadi kebiasaan. Bila ada yang meleset dari keteraturan, bisa diingatkan dengan santun. Termasuk orang tua yang misalnya, melewatkan jam tradisional makan, maka anak dapat mengingatkan tentang pentingnya makan sesuai dengan jamnya.