Menilik Obesitas Pada Anak Karena Kebiasaan Diberi Camilan Manis

May 21, 2025
Kesihatan

Arifin

Kebiasaan orang tua menenangkan anak saat nangis dengan memberikan snack atau camilan manis merupakan hal yang keliru. Itu pola makan yang keliru, orang tua perlu tahu bahwa snack itu bukannya menyehatkan anak tapi pada gilirannya bisa menimbulkan masalah di antaranya obesitas sentral.

Obesitas pada anak salah satu faktornya adalah pola makan. Selain karena overnutrisi, mengonsumsi nutrisi yang tinggi gula dan tepung juga menjadi faktornya. Anak yang makan manis, minuman manis, makanannya yang sifatnya snack-snack itu akan memicu makan lagi, makan lagi, makan lagi.

Sementara, pemberian protein hewani pada anak dapat memberikan rasa kenyang yang mencegah makan berlebihan.

Berbeda halnya dengan mengonsumsi makanan dan minuman manis serta bertepung tinggi dapat memicu gula darah melonjak tinggi, sehingga menyebabkan anak mengalami kondisi “craving” atau dorongan untuk makan terus-menerus.

Minum manis, snack-snack yang tepung tinggi itu membuat gula darah kemudian cepat turun lagi, lapar lagi, dia butuh snack lagi itu terus saja seperti itu sehingga anak itu obesitas.

Kebiasaan memberikan anak dengan pola makan yang salah tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional anak hingga memicu berbagai penyakit kronis.

Dalam jangka pendek berdampak pada kondisi emosional anak, seperti mengalami craving, uring-uringan, sering mengamuk hingga gangguan emosi.

Sedangkan dalam jangka panjang, dapat mengalami obesitas sentral, diabetes, hipertensi hingga sindrom metabolik yang lain hingga gilirannya nanti bisa kena stroke dan serangan jantung di usia muda.

Sekarang ini banyak remaja hipertensi, obesitas, banyak remaja diabetes. Dimana salah satu faktor utamanya adalah faktor pilihan makanan dan kenapa dia tidak bisa berhenti-berhenti makan, karena jenis makanannya yang memicu kenaikan gula darah cepat dan turunnya cepat.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd