Pentingnya Kualitas Tidur Untuk Pertumbuhan Anak
Arifin
Kualitas tidur berpengaruh pada produksi hormon pertumbuhan, yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Growth hormone dihasilkan saat tidur, puncak-puncaknya ketika jam 11 sampai jam satu, kurang lebih antara range tersebut.
Hormon pertumbuhan mulai keluar pada awal fase tidur non-Rapid Eye Movement ataunon-REM ketika fase tidur dalam, kurang lebih 1,5 sampai 3,5 jam setelah mulai tidur dalam pada malam hari.

Hormon pertumbuhan merupakan hormon yang merangsang pertumbuhan, perkembangan, dan regenerasi. Hormon ini juga berperan dalam mengatur cairan tubuh serta metabolisme gula dan lemak.
Hormon pertumbuhan berperan penting dalam metabolisme tubuh serta penguatan tulang dan otot. Hormon pertumbuhan, juga memengaruhi kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH).
Bila produksi hormon pertumbuhan terganggu, maka kadar TSH akan naik. TSH dihasilkan juga untuk nanti menghasilkan hormon thyroid sebetulnya, tapi ternyata berkaitan. Kalau dia naik, jadinya pertumbuhan dapat terganggu, akibatnya anak lebih pendek, bisa berpotensi lebih pendek dari teman sebaya. Tapi, tentu ada beberapa faktor lain, cuma ini salah satu faktor yang bisa berkontribusi.
Kecukupan dan kualitas tidur berkaitan dengan kadar hormon melatonin, yang secara umum bekerja dengan cara memberikan sinyal ke otak berkaitan dengan kapan waktu untuk tidur dan terjaga. Hormon yang lebih banyak diproduksi pada malam hari ini fungsi utamanya membantu tubuh tidur lelap.
Tidur yang kurang berkualitas dapat menyebabkan kadar hormon melatonin turun, yang diikuti dengan penurunan insulin dan leptin yang berperan dalam pengaturan metabolisme tubuh.
Jadi, dengan tidur yang cukup, kualitasnya terjaga, metabolismenya lebih baik, maka risiko obesitas, risiko untuk kena diabetes di kemudian hari saat dewasa dapat lebih rendah.
Ketika kadar hormon melatonin turun, kadar hormon kortisol atau hormon stres akan naik. Kondisi ini dapat membuat anak menjadi rewel. Hormon kortisol memengaruhi stres, juga emosi, mood.
Sumber: Antara