Tentang Buku Dongeng Yang Hilang

May 23, 2025
Puisi

Arifin

Buku dongeng yang telah kau hafal dengan sungguh, terjatuh di hari berangin

Begitu tiba di rumah, baru kau sadari buku itu tak ada di tasmu

Telusur, kau telusuri jalan pulang

             Hari itu hujan datang cepat-cepat

             Kau mencari dengan payung erat menggenggam

             Apa kabarnya buku dongeng itu bila hujan menerpanya

             Menenggelamkan kertas, tulisan, warna, cerita

Buku dongeng itu unik

Satu-satunya

Sebagai buah pikir, ungkapan, analogi, kisah dari orang tuanya kepadanya

             Ia membuat pengumuman dimana-mana keesokannya

             Tentang buku dongengnya yang hilang

“Bukankah kau sudah menghafalnya?”

“Bukankah kau telah tahu tiap titik dan koma di buku itu?”

Tanggap teman-temannya

             Entah untuk kali keberapa ia telah menceritakan buku dongeng itu kepada sahabat-sahabatnya

             Adakah mereka mendengarnya dengan sungguh?

             Adakah mereka mendengarnya dengan utuh?

Banyak yang ingin didengar

Tapi tak mau mendengar

             Buku dongeng itu baginya adalah kenang-kenangan

             Buku dongeng lainnya di tangan orang lain adalah tentang mimpi, harapan, serta petualangan ke negeri “kemungkinan”

Pengumuman tentang buku dongengnya yang hilang telah tertimpa berita, kabar lain

Orang-orang telah teralihkan dengan sambung-menyambung narasi yang datang ke perangkat mereka

             Di hari berangin beberapa bulan kemudian

             Paket bersampul di kotak suratnya

             Ia membuka paket itu, berisi buku dongengnya yang telah dicarinya hari demi hari

             Terlihat lebih lusuh buku dongeng itu

Lalu, surat dengan tulisan tangan terlampir

“Terima kasih buku dongengnya. Buku ini telah menjadi kisah yang diceritakan pada nadi-nadi para pemimpi”

“Pada mereka yang percaya bahwa cerita dapat mengalir di nadi”

“Buku dongeng ini tentang mimpi, harapan, serta petualangan pada suatu pulau”

             Kau mendekap buku dongeng itu untuk kali terakhir

             Untuk kemudian menyerahkannya pada hari berangin

             Hari berangin menerbangkan huruf, kertas, warna, ilustrasi, pada orang-orang dalam tidurnya

             Di dalam tidurnya, orang-orang itu bermimpi tentang mimpi-mimpi lama, tentang harapan, tentang petualangan ke berbagai kemungkinan

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd