Wahai Kelana

May 30, 2025
Puisi

Arifin

Darat, laut, udara

Para penjelajah yang ingin melihat daratan lainnya

Berjumpa manusia dengan latar berbeda

Bangunan-bangunan, kerajinan tangan

            Di balik laut, masih ada kemungkinan

            Jangkar yang dilepaskan

            Debur ombak, burung-burung yang bersimpang jalan

            Ada naluri petualangan, dan kau pun jadi lebih mengenal makna kata pulang

Di udara, hamparan awan

Kota dari ketinggian

Sunyi di udara

Jarak yang lebih ringkas dilipat waktu

            Di kamarmu yang sederhana, ada perangko, kartu pos, foto, sketsa, tulisan tangan

            Mereka adalah kepingan-kepingan dari buah melancong ke berbagai tempat di bumi

            Mula-mula, adalah pikiran untuk melanglang buana

Sahabat pena, perangko dari rupa-rupa negara

Kartu pos, ada ikonik yang mengingatkanmu untuk menyiapkan koper

Foto yang menangkap kehidupan, daya, karsa

Atau sketsa, bangunan-bangunan yang telah melintasi masa, manusia-manusia dengan pergulatannya

Tulisan tangan, dari mana-mana bahasa, bercerita tentang rupa-rupa

           Di kamarmu yang sederhana, kau menemukan arti pulang dan perjalanan yang masih dinantikan

           Hendak ke mana lagi wahai para petualang?

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd