Kenapa Perlu Menulis?
Arifin
Menulis sesungguhnya hak dari setiap orang. Menulis tak hanya teruntuk mereka yang memiliki bakat. Menulis tak hanya untuk orang-orang yang dipandang terpandang dan berpengaruh. Menulis merupakan hak dari orang per orang.
Mengapa perlu menulis? Menulis dapat menjadi cara berkomunikasi, cara mendokumentasi, berbagai pikiran, perasaan. Menulis dapat menjadi cara untuk belajar, mengetahui telah sejauh mana pengetahuan yang diserap. Maka ketika ingin mempelajari sesuatu dengan lebih intens, cobalah menyertakan menulis sebagai bagiannya.

Menulis juga dapat menjadi cara untuk mengingat dengan lebih lekat. Ambil contoh, ketika menulis, terkadang dibutuhkan membaca beberapa artikel. Maka ilmu yang dipelajari akan lebih terserap karena melalui proses membaca-menulis. Perihal proses menulis juga membutuhkan penyuntingan, yang memungkinkan untuk membaca lagi, mengecek ketepatan kata dan data, dan sebagainya. Proses berkesinambungan tersebut memungkinkan ingatan lebih lekat terhadap isu tertentu yang diangkat dalam tulisan.
Menulis dapat menjadi cara untuk “menangkap” apa yang diamati, serta menghubungkannya dengan apa yang menjadi perhatian diri. Dengan bekal itu maka kemampuan mengamati pun jadi lebih presisi. Pengamatan tak sekadar lewat, melintas, melainkan menjadi bahan untuk menuliskan sesuatu. Amatan serta pengetahuan serta refleksi diri, dapat dipadukan menjadi tulisan yang khas karya diri sendiri.
Menulis juga dapat menjadi cara untuk mengungkapkan keresahan, pemikiran, perasaan. Maka tulisan, merupakan jembatan ide, cermin yang dapat menggambarkan diri pula. Dengan menulis, terlihat keberpihakan, alur pikiran, bagaimana logika dibangun.
Menulis juga dapat menjadi cermin untuk melihat diri, sebagai tolok ukur. Dalam hal ini menulis, yang bukan merupakan konsumsi orang lain, melainkan menulis hanya untuk diri sendiri. Hal itu misalnya pada journaling, yang dapat menjadi metode bersyukur, mengevaluasi apa yang telah dilakukan, ataupun sekadar mencurahkan saja secara aman dan nyaman: pikiran dan perasaan.