Menajamkan (Kembali) Pengamatan
Arifin
Anak kecil dapat begitu detail mengamati. Hal-hal yang mungkin bagi orang dewasa tak penting — diamati, serta diingat oleh anak kecil. Pun semangat mengamati anak kecil begitu gigih, seperti pengetahuan baru tentang dunia yang ingin diserapnya.
Adakah perlu bagi kita-kita yang lebih senior untuk menajamkan kembali pengamatan? Mula-mula dapat dicari tahu mengapa keterampilan mengamati kita menurun? Bisa dikarenakan dunia digital yang membuat kita bertekun dengan ponsel. Bisa pula karena kesibukan berlapis yang dialami pada usia yang kian senior – maka fokus telah tertuju pada sambung-menyambung kesibukan yang ada.

Menumpulnya kemampuan mengamati juga dapat terjadi karena merasa sudah tahu rupa-rupa hal seiring usia yang ada. Pengamatan, merupakan keterampilan pula, yang dapat menumpul karena jarang digunakan maupun tak terasah.
Lalu, apa pentingnya menajamkan kembali pengamatan? Hal tersebut dapat membuat diri lebih berkesadaran dengan waktu-waktu yang dijalani. Menajamkan kembali pengamatan dapat membuat diri lebih mindful. Hal tersebut dapat terkait pula untuk lebih bersyukur terhadap hal-hal “kecil” yang dirasakan, dialami.
Menajamkan kembali pengamatan juga dapat berguna dalam hubungan sosial. Dikarenakan Anda dapat lebih mengingat detail-detail, serta informasi dari interaksi dengan orang lain.
Untuk menajamkan kembali pengamatan, begitu mengetahui faedahnya, dapat menjadi pengingat dan penyemangat untuk melatih keterampilan tersebut. Lalu, apa saja langkah sederhana yang dapat ditempuh?
Anda dapat melakukan dari yang simpel, seperti ketika makan, maka berfokuslah pada makan saja. Maka amati visual dari makanan, aromanya, teksturnya, dan sebagainya. Langkah sederhana lainnya yang dapat ditempuh juga dengan mengupayakan untuk tidak sering-sering multitasking. Fokuslah mengerjakan sesuatu hal, baru berganti pada hal lainnya.
Menajamkan kembali pengamatan juga dapat ditempuh dengan berinteraksi dengan anak kecil. Anak kecil dapat menjadi pengingat, serta teladan, perihal pengamatan yang ulung.
Menajamkan kembali pengamatan juga dapat diupayakan dengan menikmati hening ataupun bosan. Saat hening, sesungguhnya seseorang dapat berfokus mengamati suara angin, detak jam, ataupun bunyi serangga. Saat bosan, jangan tergesa mencari penghiburan, kesibukan – namun dapat menjadi kesempatan untuk mengamati apa yang ada di sekitar diri.