Dunia Yang Dirakit
Arifin
Mari berlari sekencang-kencangnya
Lewati gerbang itu
Tibalah di tempat ajaib
Masuk ke dunia fiksi
Kala semua cerita yang pernah kau dengar berpadu di belanga
Dongeng, fabel, cerita menjelang tidur, imajinasi yang meletup-letup

Bagaikan memasuki lukisan
Di sana kita di dalamnya
Berjalan di lumpurnya
Berdegup kala mengintai, perburuan
Dunia yang dirakit dari anak tangga narasi
Menenun imajinasi
Serta kemungkinan
Pesan rahasia yang disampaikan alam
Di tempat ini, waktu berjalan tanpa tergesa
Kau dapat mendengarkan suara angin
Daun yang jatuh
Rintik hingga hujan menderas
Tidur di bawah pohon dengan buku yang terbuka
Keajaiban kembali membuka pintunya
“Tinggallah di sini lebih lama”
“Lepaskan beban yang memuramkan rona”
Lalu, kita merakit kembali di ingatan
Kronologi, mengapa begini, mengapa begitu
Jalan pulang yang masih terbuka
Untuk tidak tersesat dalam pikiran
Jangan lupa siapa dirimu
Jangan lupa siapa namamu
Menjelang senja, setelah kue, camilan, teh hangat
Kita mengemasi perangkat dan berangkat
Mari berjalan, perlahan, mengamati dengan sungguh yang terlintas
Lewati gerbang itu
Kembali ke bumi