Menulis Dengan Berbagai Daya Ungkap
Arifin
Pemakaian bahasa disesuaikan dengan bidang penggunaannya. Hal tersebut berlaku pula pada menulis. Menulis pada laras bahasa sastra, kreatif, jurnalistik, bisnis, ilmiah, hukum – tentu terdapat sejumlah perbedaan.
Maka seseorang yang dapat menulis, tak berarti bisa menulis di berbagai laras bahasa yang ada tersebut dengan lancar. Seseorang mungkin terampil di laras bahasa tertentu, namun kurang ahli di laras bahasa lainnya.

“Jika kamu hanya membaca buku yang orang lain baca, kamu hanya bisa berpikir seperti orang lain berpikir,” demikian kutipan dari novel Haruki Murakami, Norwegian Wood. Untuk mengembangkan pemikiran yang berbeda dan orisinal, penting untuk mengeksplorasi berbagai jenis bacaan, termasuk yang tidak umum atau populer di kalangan banyak orang. Carilah perspektif yang beragam, eksplorasi ide-ide yang jarang disentuh oleh banyak orang.
Dengan input bacaan yang beragam tersebut, termasuk mengeksplorasi ragam laras bahasa, memungkinkan output berupa tulisan yang berbeda dan orisinal. Seseorang pun dapat menulis dengan menggunakan sudut pandang yang tidak umum, ataupun meramu tulisan dengan memadukan berbagai unsur pada laras bahasa yang ada.
Seseorang pun dapat mengeksplorasi gaya tulisan maupun laras bahasa yang ada. Pelajari ragam laras bahasa yang ada tersebut, beserta praktik baik yang diterapkan orang lain. Lalu, Anda pun dapat melatih otot menulis dengan mencoba menulis di laras bahasa yang berbeda. Ambil contoh pada laras bahasa kreatif yang menurut ahli bahasa Ivan Lanin, harus luwes karena difokuskan pada penerimaan pembacanya. Kalimat yang pendek, pilihan kata yang santai, serta ejaan yang masih dapat dilenturkan. Laras bahasa kreatif diterapkan pada cerita, iklan, takarir (caption) atau konten media sosial, serta mikrokopi UX.
Bila tertarik pada aneka laras bahasa tersebut, maka Anda dapat memaparkan diri pada konten terkait. Dengan membiasakan tersebut maka mengasah kemampuan. Anda pun dapat “membedah” dari laras bahasa yang ada, bagaimana resep penulisan yang digunakan.
Pikiran, perasaan yang diceritakan, ditulis, dengan memiliki keterampilan di berbagai laras bahasa, memudahkan diri untuk mengungkapnya dengan lebih tepat.