Bijak Memilih Mainan Anak
Arifin
Membaca dongeng bertajuk “Suara Misterius dari Gudang Kakek Hans” di majalah Bobo mengingatkan saya pada kisah Toy Story. Premis utamanya tentang mainan yang telah tak dimainkan lagi, untuk kemudian didonasikan kepada mereka yang membutuhkan dan memainkan mainan tersebut.
Perihal mainan anak, memang dapat menjadi momen pembelajaran bagi orang tua serta anak. Di antaranya mengenai jenis permainan. Adakah permainan tersebut cukup baik menstimulasi anak? Adakah mainan akan membuat pasif anak, serta terus-menerus dimainkan, hingga begitu melekat, beserta dampak negatifnya? Maka pilah pilihlah mainan, sesuai dengan usia anak, stimulasi yang ingin diberikan, beserta waktu bermain yang pas.

Orang tua pun dapat menimbang cara menghadirkan mainan ke rumah. Dikarenakan semakin banyaknya opsi, seperti meminjam mainan. Hal tersebut memungkinkan anak untuk mencoba aneka permainan, serta tak usah memikirkan bila tidak dimainkan anak lagi akan ditaruh di mana.
Perihal mainan juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk menunda kesenangannya. Misalnya, menunggu mainannya dibelikan dalam jangka waktu tertentu. Ataupun baru akan diberikan permainan tertentu bila telah melakukan hal baik yang disepakati dengan orang tua. Menunda kesenangan, menunda keinginan, merupakan keterampilan yang perlu diasah, serta diperlukan bagi anak.
Di samping itu, berjuang untuk mencapai hal yang diinginkannya, bisa menjadi sinyal pembelajaran anak, bahwa ada nilai tukar untuk keinginannya.
Orang tua juga perlu memahami bahwa anak perlu untuk bosan. Hal itu juga dapat memantik kreativitas anak, seperti misanya membuat permainan sendiri, serta berimajinasi. Orang tua juga dapat mengajarkan permainan yang dibuat sendiri, yang merupakan kearifan lokal turun temurun. Di samping itu ajak pula anak memainkan permainan tradisional. Permainan-permainan tradisional mengajarkan karakter-karakter positif seperti kerja sama, bertanggung jawab terhadap apa yang kita pilih, budaya antre, sportivitas, dan banyak lagi. Selain itu memainkannya juga menyehatkan raga, karena banyak permainan tradisional yang mengharuskan pemainnya untuk bergerak, melompat, ataupun berlari.