Jangan Sampai Kendur Selama Liburan Anak
Arifin
Liburan anak sekolah yang masih berlangsung perlu ditelaah dengan saksama. Adakah sejumlah kebiasaan baik yang kendur selama liburan anak sekolah? Perihal pendidikan tak hanya mengasah kognitif, melainkan juga membiasakan hal-hal baik.
Adakah anak menjadi tidur larut serta kurang istirahat selama masa liburan ini? Tidur, istirahat, tak sekadar kebutuhan tubuh, melainkan juga membiasakan ritme hidup yang baik. Upayakan untuk menjaga pola tidur anak tetap di jalurnya sekalipun di musim liburan.

Hari liburan yang panjang, bingung mengisi jam-jam selama liburan? Screentime yang terlampau sering dapat terjadi. Ingatlah panduan dari Kementerian Kesehatan, WHO, perihal berapa lama anak melakukan screentime per harinya.
Buatlah kegiatan yang menstimulasi olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olahraga (kinestetik). Di samping itu, bosan pun perlu bagi anak. Tidak perlu buru-buru menyelesaikan kebosanan anak dengan screentime. Merasakan bosan, serta bagaimana anak berkreativitas bermain sendiri.
Masa liburan, tetap kaitkan anak dengan pembelajaran. Jangan sampai anak begitu terlepas dari kesempatan belajar di masa vakansi ini. Orang tua dapat mencari tahu program pembelajaran di masa liburan, berkreasi untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, maupun melibatkan anak dalam keseharian (yang dapat menjadi momen pembelajaran bagi buah hati).
Masa liburan juga perlu dijaga mengenai pola makannya. Untuk tetap berteguh pada gizi seimbang. Orang tua dengan waktu anak yang lebih leluasa, dapat melibatkan anak lebih jauh. Seperti ketika berbelanja di pasar, memilih pangan yang dibeli, menyiapkan makanan. Bila anak telah terbiasa dengan pola makan gizi seimbang, harapannya dapat terus berkelanjutan sepanjang hidupnya.
Selama liburan juga merupakan kesempatan untuk lebih intens bersama anak. Maka gunakan waktu liburan untuk membersamai anak secara bermakna.