Melambat Dan Mengasah Rasa Ingin Tahu Anak
Arifin
Masa liburan anak dapat digunakan oleh orang tua dengan berbagai aktivitas. Di antaranya untuk melambat dan mengasah rasa ingin tahu anak. Hadirkan pembelajaran yang mengasah rasa ingin tahu anak.
Apa saja yang dapat dilakukan? Di antaranya dengan mesra alam. Dengan mendekatkan anak kepada alam, maka buah hati bisa menggunakan panca indranya untuk mengamati flora dan fauna yang ada di alam. Asah pengamatan anak dengan membawanya ke tempat yang dapat mengamati aneka flora dan fauna. Tempat yang memberikan kesempatan anak berpikir.

Pengamatan terhadap flora dan fauna juga sesungguhnya dapat dilakukan pada lingkup rumah. Bila merawat tanaman, memelihara hewan, ataupun dari pergerakan hewan yang ada (seperti lebah yang akan ke bunga). Dengan pengamatan, maka terdapat mindful, seakan waktu melambat. Di samping itu, rasa ingin tahu anak juga dapat dieksplorasi dengan menggunakan panca indranya. Apa yang dilihat, didengar, dari teksturnya, dari aromanya.
Pengamatan terhadap flora dan fauna juga dilakukan tidak cukup satu kali. Hal tersebut juga menjadi upaya yang membutuhkan ketekunan. Seperti melihat pola dari flora dan fauna, membandingkan perubahan yang terjadi.
Melihat pola dari fauna, misalnya pada kelompok burung yang terbang dalam formasi V. Dengan basis melihat langsung, anak dapat lebih terpatri pemahamannya, termasuk semangat menduga-duganya. Mengapa begini, mengapa begitu – merupakan pertanyaan yang berakar dari rasa ingin tahu.

Membandingkan perubahan yang terjadi, dapat disimak pada pohon yang melalui berbagai fase, seperti saat gugurnya daun. Contoh lainnya pada bunga, hingga kuncupnya mekar menjadi bunga – dapat menjadi pengamatan yang menarik.
Rasa ingin tahu anak memungkinkan anak untuk menggunakan panca indranya. Orang tua dapat menyortir mana yang boleh serta mana yang tidak. Laranglah hal yang perlu dilarang, biarkan hal yang boleh-boleh saja bagi anak. Kotor karena tanah, dapat dibersihkan kemudian. Semangat pembelajaran perlu tumbuh dari dalam diri anak.
Melambat, serta rasa ingin tahu, dapat membuat anak menjadi pengamat yang baik dalam berbagai situasi kehidupan yang dialaminya. Semisal ketika menghadapi rasa bosan, maka mengamati apa yang ada di sekitarnya dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan.