Membiasakan Anak Memilih Dan Memutuskan

July 10, 2025
Famili

Arifin

Kehidupan manusia dalam kesehariannya diwarnai pilihan dan keputusan. Maka membiasakan anak untuk memilih dan memutuskan sendiri merupakan bekal untuk kehidupannya. Apa saja yang dapat dilakukan ayah-bunda?

Ayah-bunda dapat melakukan misalnya instruksi pada anak, dengan menambahkan pilihan yang bisa mereka kerjakan. Contoh: Sudah saatnya berkemas. Kamu mau berkemas sendiri atau dibantu bunda?

Instruksi saja membuat anak “kehilangan” rasa memilih dan memutuskan; pilihan yang masuk akal mengembalikan rasa mampu mereka.

Membiasakan anak memilih dan memutuskan juga dapat dilakukan melalui pertanyaan terbuka kepada anak. Dengan pertanyaan terbuka, biasakan anak untuk memilih dan memutuskan. Orang tua lalu meluluskan apa yang diputuskan anak.

Mungkin saja anak akan menjawab ‘terserah’ terhadap pertanyaan dari ayah-bunda. Dalam hal ini, ayah-bunda dapat “membantu” dengan memberikan opsi pada pertanyaan. Misalnya, ketika menanyakan mau makan apa, bisa dengan memberikan opsi: mau makan ayam atau ikan.

Memilih dan memutuskan, maka ada konsekuensi dari hal tersebut. Orang tua dapat mendampingi anak perihal hal tersebut. Mula-mula dengan memberikan informasi awal, serta menyimulasikan kemungkinan yang terjadi. Anak dapat menimbang, lalu memutuskan.

Membiasakan anak memilih dan memutuskan, memang secara waktu dapat lebih lama. Dikarenakan terdapat diskusi, pemaparan kondisi serta informasi, anak dan orang tua pun sama-sama masih belajar perihal poin memilih dan memutuskan. Namun, ingatlah kegunaannya bagi anak dalam kehidupannya. Kemandirian dalam memilih, terbiasa berpikir membandingkan (opportunity cost), hal tersebut dapat diasah terus dengan membiasakan anak memilih dan memutuskan.

Perihal memilih dan memutuskan juga bisa dengan memberikan tenggat pada anak untuk berpikir. Setelah sekian menit misalnya, biarkan anak memilih sekeluarga mau pergi ke mana pada akhir pekan.

Membiasakan anak memilih dan memutuskan, maka anak tahu bahwa pikiran dan perasaannya didengar. Di samping itu, anak pun akan terbiasa menyuarakan apa yang ada di pikiran dan perasaannya.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd