Pilihan Gaya Hidup Dapat Mengurangi Risiko Demensia

July 15, 2025
Kesihatan

Arifin

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk paling umum dari demensia, berkontribusi pada 60 persen hingga 70 persen kasus demensia.

Hidup dengan penyakit Alzheimer berarti hidup dengan gangguan progresif yang menyebabkan sel-sel otak mengalami degenerasi dan kematian, yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Faktor yang memengaruhi risiko demensia yakni penuaan, genetika, dan gaya hidup.

Pilihan gaya hidup tertentu, termasuk di antaranya pilihan makanan, bisa membantu menurunkan risiko penurunan kognitif akibat demensia.

Makanan yang baik untuk kesehatan otak antara lain blueberry liar yang kaya antioksidan, salad sayuran yang kaya vitamin B, salmon yang mengandung asam lemak antiinflamasi, kacang hitam yang kaya serat, serta kenari, sumber terbaik omega-3 ALA nabati di antara kacang-kacangan.

Walaupun tidak ada makanan yang bisa menyebabkan demensia, permen dengan kandungan gula tambahan tinggi berada di puncak daftar makanan yang harus dibatasi konsumsinya demi kesehatan otak.

Berdasar sebuah studi mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan bisa meningkatkan risiko demensia sampai lebih dari dua kali lipat. Itu termasuk gula tambahan dari permen, serta makanan manis lainnya seperti kue kering, minuman manis dari kafe, dan soda.

Secara konsisten memiliki kadar gula tambahan tinggi bisa meningkatkan penumpukan plak amiloid pada otak. Plak ini mengganggu sistem komunikasi di otak, dan para ilmuwan telah menemukan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer cenderung memiliki lebih banyak plak ini.

Berdasarkan satu studi yang mendapati bahwa setiap 10 gram gula tambahan (setara dengan sekitar 2,5 sendok teh gula) yang dikonsumsi per hari berkaitan dengan peningkatan risiko Alzheimer sebesar 1,3 persen hingga 1,4 persen.

Mereka yang mengonsumsi gula tambahan harian tertinggi memiliki peluang 19 persen lebih tinggi mengalami Alzheimer menurut hasil penelitian tersebut.

Selain membatasi asupan gula tambahan, hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko demensia yakni berolahraga dan melakukan latihan ketahanan, berhenti merokok, dan bersosialisasi untuk mempertahankan fungsi otak tetap baik seiring dengan bertambahnya usia.

Orang dengan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes dianjurkan menangani masalah kesehatan mereka dengan baik.

Di samping itu, baik pula menyertakan makanan yang menyehatkan otak dalam pola makan. Diet yang mencakup biji-bijian utuh, kacang-kacangan, beri, sayuran, dan minyak zaitun menurut penelitian bisa membantu mendukung kesehatan otak.

Diet yang membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan gula tambahan baik untuk kesehatan otak, karena keduanya terkait dengan stres oksidatif, peradangan, serta plak dan kekusutan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Sumber: Eating Well, Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd