Pola Makan Anak Yang Tidak Hanya Berfokus Pada Karbohidrat
Arifin
Masih banyak orang tua yang keliru menganggap bahwa memberi anak dengan pola makan hanya difokuskan dengan karbohidrat. Persepsi keliru tersebut dapat terjadi karena makanan utamanya nasi.
Mengonsumsi pola makan yang hanya berfokus pada karbohidrat, tidak dianjurkan karena tidak mengandung gizi seimbang. Contohnya kebiasaan makan yang terlalu fokus pada karbohidrat seperti mengonsumsi nasi dengan mie masih banyak yang menganggap termasuk sudah cukup bergizi.

Pola makan bergizi seimbang dapat mengikuti panduan mengisi piring makan dari Kementerian Kesehatan yang memuat proporsi nasi, sayur, lauk hewani, dan buah sebagai acuan yang mudah diterapkan di rumah.
Dalam membentuk kebiasaan makan sehat di rumah tidak harus dimulai dari makanan mahal, salah satu bahan pangan sederhana yang dapat menjadi sumber protein hewani adalah telur.
Dalam mendukung kebiasaan mengonsumsi pola makan bergizi seimbang pada anak-anak diperlukan peran orang tua. Perubahan pola makan tidak cukup hanya dengan menyuruh anak, tapi harus dimulai dari kebiasaan seluruh keluarga.
Orang tua jangan cuma menyuruh saja, tapi orang tua juga menerapkan gizi seimbang, sehingga anak dapat mengikuti, jadi perilaku sehatnya itu diterapkan di satu keluarga.
Kebiasaan pola hidup yang dapat diterapkan dalam menjaga kesehatan anak-anak juga harus ada aktivitas yang dilakukan sehari-hari, misalnya membiasakan jalan kaki, bermain secara kelompok hingga olahraga.
Sumber: Antara