Setelah Anak Membaca Buku, Lalu Apa?
Arifin
Bagi orang tua, anak yang membaca buku dapat diarahkan agar lebih optimal pemahamannya serta rasa ingin tahunya. Apa saja yang dapat dilakukan orang tua? Ajaklah anak berdiskusi mengenai buku yang dibacanya. Orang tua pun dapat menceritakan mengenai buku yang dibacanya. Tak hanya interaksi, siapa tahu jadi dapat saling bertukar bacaan pula.

Sesi diskusi buku juga dapat menjadi cara untuk menajamkan apa yang dibaca. Dari diskusi, memungkinkan untuk menguji ide, mengaitkannya dengan konsep serta realitas lainnya.
Apa saja poin penting dari diskusi buku dengan anak? Hal tersebut dapat menjadi cara untuk lebih mengerti tentang apa yang dibaca. Dari diskusi dapat diketahui apa sih yang menarik dari buku tersebut.
Pemahaman juga dapat lebih mendalam, serta diuji dengan diskusi buku. Di samping itu, anak pun jadi lebih terlatih untuk menyampaikan opininya. Anak tak harus setuju dengan isi buku. Anak boleh saja mengkritisi, memberikan catatan pada buku yang dibacanya.
Diskusi buku dapat menjadi cara untuk menata pikiran, menyusun pendapat, serta berpikir kritis.
Orang tua juga dapat mengupayakan buku yang sesuai dengan minat anak. Hal itu untuk menumbuhkan kesukaan pada membaca. Di samping itu orang tua juga dapat mengupayakan buku-buku yang dirasa perlu untuk anak. Buku-buku yang dapat menopang cita-cita anak, buku-buku yang diperlukan untuk studi anak, buku-buku yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.
Pada pustaka yang ada, siapkan pula buku yang relevan dengan lingkungan, usia, serta kebutuhan anak.
Setelah membaca buku, anak juga dapat “mencatatnya” ataupun membuat karya berupa tulisan, video pendek, podcast singkat, mind map, infografis. Ragam pilihan, daya ungkapnya pun beragam, kontekstual, serta tidak membosankan. Dari apa yang dibaca, ragam karya dapat dibuat — yang menunjukkan dari literasi, hilirnya dapat bermacam-macam.