“Screen Time” Yang Dapat Mengganggu Pola Makan Anak
Arifin
Terdapat sejumlah tips bagi para orang tua agar dapat mengatasi kecanduan screen time yang dialami anak khususnya ketika makan agar ke depannya tidak mengalami gangguan pola makan. Yang harus dilakukan adalah memperkenalkan kembali pola lapar dan kenyang pada anak.

Dalam kasus anak yang kecanduan screen time atau harus terus mengakses layar gadget ketika sedang makan, biasanya kebiasaan mengakses gawai terbentuk oleh orang tua yang merasa anak membutuhkan distraksi agar tidak rewel ketika makan.
Namun ternyata kebiasaan akses gadget tersebut malah membuat pola makan anak menjadi tidak teratur, anak cenderung tidak menyadari rasa lapar, dan justru ketika gawainya diambil anak menjadi tantrum.
Maka, penting mengenalkan kembali pola lapar dan kenyang pada anak sebagai bagian meregulasi ulang pola makannya.
Salah satu tips yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membentuk pola lapar dan kenyang yakni menyiapkan kembali jadwal makan yang tertata dan harus diikuti oleh anak.
Ketika mengatur ulang jadwal makan, orang tua harus memastikan bahwa dua jam sebelum dan sesudah jadwal ditetapkan anak tidak mengonsumsi hal-hal lain seperti camilan yang dapat mengganggu rasa lapar atau kenyang pada anak.
Misalnya sarapan anak itu jam tujuh pagi, nah paling bagus, dua jam sebelum makan dan dua jam setelahnya anak itu tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan lain selain air putih.
Bersamaan dengan itu, orang tua juga harus menghilangkan segala bentuk distraksi ketika jadwal makan anak berlangsung. Dalam hal ini distraksi seperti paparan gadget, mainan, atau bahkan hal-hal yang mengganggu pandangan mata harus ditiadakan.
Orang tua dapat mengikuti aturan pemberian makan yang dikenal sebagai feeding rules mengikuti anjuran Ikatan Dokter Anak yang membatasi waktu makan anak maksimal 30 menit.
Idealnya pemberian makan itu kondisinya harus kondusif, tidak boleh ada distraksi. Walaupun memang mau dikasih mainan saat makan itu mainannya enggak boleh yang mendistraksi seperti yang mengeluarkan bunyi, mengeluarkan cahaya lampu, supaya anaknya tetap fokus makan.
Tips-tips tersebut dapat diterapkan oleh orang tua agar pola makan yang berulang bisa kembali tercipta dan anak kembali merasakan rasa lapar dan rasa kenyang sehingga nantinya kecanduan terhadap gadget saat makan perlahan-lahan dapat dilepaskan.
Jadi yang harus dikembalikan adalah rasa lapar dan kenyang pada anak. Karena kalau anak kenal rasa lapar, pasti dia mau makan (tanpa harus mengakses gadget). Jadi solusi sebenarnya yakni memperbaiki waktu makannya.
Sumber: Antara