Melihat Ragam Busana Adat Pada Perayaan HUT Republik Indonesia

August 17, 2022
Uncategorized

Arifin

Masih dalam semangat perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) sejumlah pemimpin negara Indonesia memperlihatkan ragam busana adat nusantara dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI pada Selasa (16/8).

Hal tersebut dipandang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan memajukan sektor fashion. Mata-mata yang memandang, serta melihat busana yang dikenakan, nantinya akan berdampak ke ekonomi.

Penggunaan busana daerah selaiknya tidak semata-mata hanya untuk menunjukkan keanekaragaman budaya saja, alangkah eloknya jika hal ini juga dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk turut mengenakan busana adat khususnya pada kehidupan sehari-hari.

Untuk pihak profesional seperti perancang busana atau pengarah mode diharapkan bisa menciptakan tren baru yang datangnya dari para pemimpin negara Indonesia tersebut.

Contohnya untuk menciptakan gaya baru, bisa memadukan kebaya klasik dengan padanan celana yang elegan. Selain itu, beskap Jawa bisa sedikit dimodifikasi dengan tampilan yang lebih modern agar bisa ditiru anak muda.

Tahun ini, Presiden RI Joko Widodo menggunakan baju adat Paksian modifikasi Provinsi Bangka Belitung. Pakaian adat tersebut berwarna dominan hijau dan memiliki motif “pucuk rebung”. Motif tersebut melambangkan kerukunan, sementara warna hijau dipilih karena mengandung filosofi kesejukan, harapan, dan pertumbuhan.

Sementara itu Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengenakan pakaian khas Keraton Surakarta atau pakaian adat Solo, sementara Wury Ma’ruf Amin mengenakan kebaya berwarna hijau.

Wapres memilih pakaian atas berupa setelan Sikepan hitam dipadu dalaman putih dengan hiasan rantai arloji di dada menemani lambang kepresidenan, serta memakai Blangkon Trepes rata bagian belakang. Adapun untuk bawahan, Wapres memakai kain jarik batik cokelat motif Sidomukti dan selop berwarna emas.

Sementara itu, Wury Ma’ruf Amin tampak mengenakan kebaya kartini bernuansa hijau dipadu dengan kerudung berwarna senada, yang dipasangkan dengan bawahan kain batik dan selendang berwarna gelap.

Ketua DPR RI Puan Maharani juga tampil beda dengan mengenakan kebaya klasik kutubaru berwarna terakota yang dipadukan dengan kain batik tulis bermotif Semen Rama. Motif Semen Rama sendiri memiliki arti sebuah pengharapan dan doa untuk kehidupan yang makmur. Kain batik ini dinilai merupakan sebuah doa untuk Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memilih pakaian adat Toba, Sumatra Utara. Retno mengenakan atasan warna hitam yang dilengkapi dengan ulos ragi hotang sebagai selendang dan sarung warna jingga. Melengkapi busana tersebut, dia memakai ikat kepala sortali yang terbuat dari tembaga sepuh.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd